Zulfa, Atlet Taekwondo Cilik Asal Pekalongan, Sabet Emas dalam Waktu Kurang dari Satu Menit

  • Bagikan
IMG 20251109 WA0096
banner 468x60

LMP NEWS | Pekalongan, Jawa Tengah – UIN Gusdur Taekwondo Competition, Beladiri Championship III 2025 yang digelar di Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan berlangsung sangat meriah. Sebanyak 308 taekwondoin dari berbagai daerah di wilayah Pantura, mulai dari Tegal, Pemalang, Pekalongan, hingga Semarang, turut serta dalam kompetisi yang diadakan pada Minggu, 9 November 2025 ini.

Kejuaraan ini mempertandingkan dua kategori utama, yaitu Kyorugi (pertarungan satu lawan satu) dan Poomsae (peragaan jurus). Peserta berasal dari berbagai tingkatan usia, mulai dari TK, SD, SMP, SMA sederajat, hingga mahasiswa.

Example 300x600

Di antara ratusan atlet yang berpartisipasi, Mahira Azkiya Zulfa (9), seorang atlet cilik, berhasil mencuri perhatian. Ia sukses meraih medali emas setelah memenangkan laga final dengan waktu yang sangat singkat, yaitu hanya 31 detik.

Zulfa, yang berhadapan dengan Akifa Nayla Nirmala, menunjukkan performa yang agresif dan dominan sejak ronde pertama. Dalam waktu 13 detik, ia berhasil mengumpulkan 13 poin, sementara lawannya belum mencetak satu angka pun. Wasit kemudian menghentikan pertandingan sesuai dengan aturan yang berlaku jika selisih skor mencapai 12-0.

Pada ronde kedua, Zulfa kembali melancarkan serangan tanpa memberikan kesempatan kepada lawannya. Pertandingan kembali dihentikan oleh wasit setelah berjalan 18 detik. Skor akhir pada ronde kedua menunjukkan keunggulan Zulfa dengan 13-1. Dengan hasil ini, siswa SD Muhammadiyah 02 Noyontaan Pekalongan ini dinobatkan sebagai juara pertama.

“Alhamdulillah, meskipun ini adalah pengalaman pertamanya, Zulfa berhasil meraih medali emas,” kata Sartini, orang tua Zulfa, setelah pertandingan selesai.

Zulfa diketahui telah bergabung dengan klub Taekwondo TKB Pexal Kota Pekalongan sejak usia 5,5 tahun. Ketika ditanya mengenai alasannya menekuni taekwondo, ia mengungkapkan keinginannya untuk menjadi atlet tingkat nasional dan internasional, serta memiliki kemampuan untuk membela diri. “Ingin bisa beladiri dan menjadi atlet taekwondo tingkat nasional atau internasional,” ujar Zulfa kepada wartawan.

Selain taekwondo, kecintaannya pada dunia beladiri juga mendorongnya untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat Tapak Suci di sekolahnya. Dari cabang olahraga ini, ia bahkan telah berhasil meraih medali emas.

Hendrik Nur Khakim, panitia bidang pertandingan, menjelaskan bahwa kejuaraan ini menjadi wadah penting untuk mencari bibit-bibit atlet muda yang potensial. “Kami mencari bibit-bibit dari kelas junior sebagai persiapan untuk tingkat provinsi, seperti untuk Porprov dan ajang lainnya. Jadi, ini sekaligus menjadi ajang penjaringan bakat,” katanya.

Sumber: CMI Group

banner 325x300
Penulis: TeamEditor: Redaksi LMP News
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *