Sensus Ekonomi 2026 di Pemalang Dimulai: Targetkan Data Akurat, Gandeng Mahasiswa hingga Dosen

  • Bagikan
banner 468x60

PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang secara resmi memulai tahapan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Peresmian program berskala nasional ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, serta pelepasan balon ke udara di Ballroom Hotel R-Gina, Jumat (12/06/2026).

Guna menyukseskan agenda ini, Bupati Pemalang bersama jajaran pimpinan BPS, Bappeda, Kapolres, serta para ketua asosiasi usaha seperti Kadin, HIPMI, dan Apindo melakukan penandatanganan komitmen bersama. Nota kesepakatan tersebut menegaskan dukungan penuh terhadap SE 2026 agar menghasilkan basis data ekonomi yang mutakhir, tepercaya, dan valid sebagai acuan pembangunan nasional maupun regional.

Example 300x600

Bupati Anom Widiyantoro dalam pidatonya menerangkan bahwa pencanangan ini menjadi titik awal pergerakan sensus yang akan menyisir 14 kecamatan di Kabupaten Pemalang dengan menerjunkan sekitar 1.500 personel lapangan.

“Sensus ini bukan sekadar aktivitas menghitung angka atau mencatat usaha warga. Ini adalah langkah strategis demi menyajikan data berintegritas tinggi, yang nantinya akan menjadi landasan utama bagi pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan ekonomi ke depan,” urai Bupati Anom.

Bupati juga mendesak para petugas untuk mengedepankan profesionalitas dan kejujuran di lapangan, serta mengimbau warga agar memberikan jawaban yang jujur sesuai kondisi riil. Pemkab Pemalang juga mendorong BPS menggunakan sistem pemantauan digital melalui dashboard real-time agar akurasi data terjaga.

Di tempat yang sama, Kepala BPS Kabupaten Pemalang, Teguh Santoso, menjelaskan bahwa pencacahan lapangan SE 2026 akan bergulir selama dua setengah bulan, terhitung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Teguh menggarisbawahi adanya urgensi besar dalam sensus kali ini dibandingkan edisi sepuluh tahun lalu (SE 2016). Menurutnya, struktur ekonomi saat ini telah berubah drastis akibat masifnya digitalisasi, menjamurnya e-commerce, serta bergesernya perilaku belanja masyarakat.

“Banyak dinamika baru, terutama bisnis digital yang belum terekam pada sensus 2016 lalu. SE 2026 hadir untuk memotret lompatan-lompatan modernisasi ekonomi tersebut secara komprehensif,” ujar Teguh.

Teguh merinci, dari sekitar 1.500 total personel, BPS Pemalang menyiapkan 1.250 petugas lapangan yang mayoritas diisi oleh lulusan sarjana (S1/D4), akademisi, dosen, serta mahasiswa. Mereka akan dibagi ke dalam 143 tim kerja, di mana satu pengawas akan bertanggung jawab penuh mengawal kinerja tujuh petugas lapangan demi meminimalkan kesalahan data.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *