Salatiga Tuan Rumah Festival Internasional, Wujudkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika

  • Bagikan
banner 468x60

LMP NEWS|Salatiga, Jawa Tengah — Kota Salatiga kembali menunjukkan jati dirinya sebagai kota yang damai, toleran, dan terbuka dengan mengadakan International Festival of Southeast Asia di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga pada Senin, 7 Juli 2025. Festival internasional ini sukses memukau tamu undangan dengan tema “Diversified by Nationality, United by Commonality” yang menegaskan bahwa perbedaan bukanlah halangan, melainkan kekayaan yang memperkuat persatuan, sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menyampaikan kebanggaannya atas penyelenggaraan festival internasional ini, yang sangat selaras dengan karakter Kota Salatiga yang dikenal sebagai Kota Tertoleran di Indonesia. Menurutnya, UKSW adalah pilar penting dalam menjaga harmoni di Salatiga, di mana mahasiswa dari berbagai suku, agama, dan negara belajar dan hidup bersama dalam suasana saling menghargai.

Example 300x600

“UKSW benar-benar Indonesia mini,” ujar Robby. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi di kawasan Asia Tenggara dan menyebutkan bahwa kegiatan ini adalah bukti bahwa Salatiga tidak hanya menjadi kota yang nyaman untuk hidup, tapi juga kota yang menjadi jembatan bagi dialog dan persahabatan antarbangsa.

“Salatiga bukan sekadar kota kecil. Ini adalah kota yang mampu menghadirkan semangat global dengan wajah yang ramah dan bersahaja,” ucap Robby. Dengan festival ini, Salatiga kembali menunjukkan jati dirinya sebagai kota yang tidak hanya damai dan toleran, tetapi juga terbuka dan mampu menjadi tuan rumah bagi dialog lintas bangsa.

Kehadiran Bapak Dino Patti Djalal, tokoh inspiratif kebijakan luar negeri Indonesia, menjadi kehormatan besar bagi Salatiga. Menurut Robby, acara ini bukan sekadar perayaan, tapi juga langkah awal menuju kolaborasi regional yang lebih erat.

Dr. Dino Patti Djalal, Pendiri FPCI dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI dan Duta Besar RI untuk AS, juga menyampaikan kekagumannya pada Salatiga, khususnya UKSW. “Saya terkesan dengan UKSW. Proporsi mahasiswa dari Jawa dan luar Jawa yang seimbang di sini mencerminkan wajah Indonesia sesungguhnya. Salatiga benar-benar kota dengan semangat kebhinekaan yang nyata,” ujar Dino.

Ia berharap semangat yang diusung FPCI bisa terus tumbuh di kalangan generasi muda, bukan hanya di Salatiga, tetapi juga di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara. FPCI merupakan organisasi yang aktif menggaungkan isu-isu hubungan internasional kepada publik, khususnya generasi muda, melalui berbagai program diskusi, seminar, hingga festival berskala internasional. (FP)

banner 325x300
Penulis: FPEditor: Redaksi LMP News
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *