Persiapan Mudik Lebaran 2026: DPU TR Pemalang Tambal Lubang Jalan di Titik Keramaian Kota

  • Bagikan
Petugas DPU TR Kabupaten Pemalang melakukan penambalan jalan berlubang di depan Stasiun Pemalang sebagai persiapan arus mudik 2026.
Petugas DPU TR Kabupaten Pemalang melakukan penambalan jalan berlubang di depan Stasiun Pemalang sebagai persiapan arus mudik 2026.
banner 468x60

PEMALANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU TR) Kabupaten Pemalang mulai melakukan akselerasi perbaikan jalan berlubang di sejumlah titik strategis. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan infrastruktur jalan kabupaten dalam menyambut lonjakan arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2026.

Penanganan difokuskan pada jalur-jalur dengan aktivitas lalu lintas tinggi, terutama di kawasan pusat kota dan penghubung antar-kecamatan. Kepala Bidang Bina Marga DPU TR Pemalang, Yuniar Teguh Susanto, menyatakan bahwa identifikasi ruas jalan rusak telah dilakukan sejak awal tahun untuk menentukan skala prioritas.

Example 300x600

Penanganan Cepat Melalui Swakelola

Untuk memastikan efektivitas waktu, DPU TR menggunakan sistem swakelola dengan mengerahkan Unit Jalan dan Irigasi (UJI). Penanganan difokuskan pada penambalan lubang (patching) untuk meminimalisir risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

“Dari awal tahun 2026 kami sudah melakukan identifikasi ruas jalan yang berpotensi memiliki aktivitas tinggi saat mudik. Untuk kondisi jalan yang berlubang maupun rusak ringan, kami lakukan penambalan bersama teman-teman UJI,” ujar Yuniar.

Sejumlah titik keramaian kota yang menjadi prioritas penanganan antara lain:

  • Ruas Terminal Pemalang menuju Pasar Pagi.

  • Akses depan Stasiun Pemalang.

  • Jalur Jalan Sindoro dan pusat keramaian di wilayah perkotaan.

Perbaikan Merata di 14 Kecamatan

Tak hanya di wilayah kota, delapan Unit Jalan dan Irigasi yang tersebar di Kabupaten Pemalang juga bergerak secara serentak. Jalur-jalur strategis di 14 kecamatan mulai dipetakan dan ditangani, termasuk ruas jalan di wilayah selatan seperti Karangsari–Pulosari dan wilayah timur seperti Petarukan–Gondang.

Yuniar menjelaskan bahwa pengerjaan rekonstruksi jalan atau perbaikan skala besar baru akan dilaksanakan setelah hari raya. Hal ini bertujuan agar mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik tidak terganggu oleh keberadaan material bangunan atau alat berat di badan jalan.

“Untuk sementara yang kami lakukan adalah penanganan darurat berupa penutupan lubang agar jalan tetap aman dilalui. Sedangkan rekonstruksi atau pemeliharaan yang lebih besar kami upayakan setelah lebaran,” pungkasnya.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *