PEMALANG – Ratusan siswa SMA di Kabupaten Pemalang memadati Aula SMA Negeri 2 Pemalang pada Minggu, 19 Januari 2025, untuk mengikuti Simultan Pemalang 2025. Acara tahunan yang digagas oleh Ikatan Mahasiswa Pemalang Ikhlas Universitas Gajah Mada (Ikhlasgama) ini bertujuan untuk membakar semangat dan mempersiapkan adik-adik SMA menuju jenjang perkuliahan.
Mengusung tema “Mengudara Menggapai Cita”, Simultan Pemalang 2025 tidak hanya menghadirkan motivasi, tetapi juga memberikan bekal nyata bagi para peserta. Bupati Pemalang, Mansur Hidayat, turut hadir sebagai Keynote Speaker, memberikan suntikan semangat langsung kepada calon mahasiswa.
Dalam sambutannya, Bupati Mansur Hidayat secara tegas mendorong anak-anak SMA Pemalang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah. “Tidak harus di UGM, silakan kalian mau kuliah di mana saja, baik di UNDIP, Unsoed, UI, dan lainnya,” ujarnya. Namun, ia tak menampik jika ada yang memilih Universitas Gajah Mada, “Tetapi semangatnya kalau ada yang ke Gajah Mada itu lebih bagus lagi.”
Lebih lanjut, Mansur Hidayat menekankan pentingnya tidak hanya berfokus pada akademik saat di bangku kuliah, tetapi juga aktif berorganisasi. Ia mencontohkan Ikhlasgama, sebagai wadah kegiatan yang akan banyak ditemui di lingkungan kampus. Mansur juga mengajak para siswa untuk berani bermimpi dan berjuang demi pendidikan tinggi, mengingat lulusan sarjana memiliki nilai lebih di dunia kerja. “Ayo semangat untuk kuliah, apalagi orang tuanya yang mampu, sangat disayangkan jika tidak sampai ke tingkat S1,” ajaknya.
Muhammad Ilmanafi, Ketua Panitia Simultan Pemalang 2025, berharap acara ini dapat menjadi “gejolak” bagi siswa SMA di Pemalang untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Senada dengan itu, Hafiz Hawari, Ketua Ikhlasgama, menjelaskan bahwa setiap tahun Simultan selalu menyelenggarakan acara tryout sebagai sarana mengasah kemampuan diri dan mempersiapkan adik-adik SMA menghadapi tes masuk perkuliahan.
Puncak acara ditandai dengan momen simbolis pembukaan Simultan Pemalang 2025 oleh Bupati Pemalang Mansur Hidayat bersama istri, Shanti Rosalia, dengan pemotongan tali pita. Momen ini menjadi penanda dimulainya perjalanan para siswa Pemalang untuk “melonjakkan cita” dan “meraih kampus impian” mereka.


















