LMP NEWS | PEMALANG – Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan infrastruktur daerah dan merealisasikan Program 1.000 Jembatan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), pihak Kecamatan Comal melakukan peninjauan lapangan pada salah satu titik lokasi rencana pembangunan jembatan, yaitu Jembatan Kandang–Kandang yang akan menghubungkan Desa Kandang dengan Desa Kebojongan. Kegiatan peninjauan ini dilakukan pada hari Selasa (13 Januari 2026) dan diwakili langsung oleh Sekretaris Kecamatan Comal beserta Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kasi Permades) Kecamatan Comal.
Peninjauan lapangan kali ini menjadi bagian penting dari tahap persiapan sebelum pelaksanaan konstruksi jembatan yang akan dibangun oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) berdasarkan perintah Presiden Republik Indonesia. Sebagaimana data yang diterima dari Panglima Divisi Militer (Pangdam) wilayah terkait, di wilayah Kecamatan Comal terdapat dua titik lokasi yang diprioritaskan untuk pembangunan jembatan dalam rangka Program 1.000 Jembatan, yaitu Jembatan Kebojongan–Panjunan dan Jembatan Kandang–Kandang. Kedua jembatan ini direncanakan memiliki spesifikasi teknis yang sama, dengan panjang sekitar ±80 meter dan lebar ±6 meter, yang dirancang untuk dapat menampung lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat dengan aman dan nyaman.
Sekretaris Kecamatan Comal yang mewakili Camat dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan merupakan salah satu pilar utama dalam mendorong kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah pedesaan. “Kami sangat mendukung penuh pelaksanaan Program 1.000 Jembatan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat, khususnya karena Kecamatan Comal mendapatkan kesempatan untuk memiliki dua jembatan strategis yang akan menghubungkan beberapa desa yang sebelumnya memiliki akses terbatas akibat kondisi geografis dan kurangnya infrastruktur penghubung,” ujarnya dalam keterangan kepada awak media yang menyaksikan peninjauan lapangan.
Menurutnya, sebelum adanya rencana pembangunan jembatan ini, masyarakat Desa Kandang, Desa Kebojongan, dan Desa Panjunan sering menghadapi kesulitan dalam melakukan mobilitas antarwilayah, terutama pada musim hujan di mana jalur tanah yang ada menjadi sangat licin dan sulit dilalui. Banyak warga yang harus mengambil jalan tikungan jauh atau bahkan menggunakan alat transportasi air sederhana untuk menyeberangi sungai yang menjadi penghalang utama antara desa-desa tersebut. Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi seperti perdagangan hasil pertanian dan perkebunan, tetapi juga mempersulit akses masyarakat terhadap fasilitas dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan layanan pemerintahan.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Comal menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah desa terkait serta masyarakat sekitar untuk memastikan bahwa proses pembangunan jembatan berjalan dengan lancar dan mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak. “Kita telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat yang akan diperoleh dari pembangunan jembatan ini, mulai dari peningkatan aksesibilitas, pertumbuhan usaha mikro dan kecil di sekitar wilayah, hingga peningkatan kualitas layanan publik yang dapat diraih dengan lebih mudah,” jelasnya. Ia juga menyampaikan bahwa pihak kecamatan telah mempersiapkan segala bentuk dukungan administratif dan teknis yang diperlukan oleh pihak TNI sebagai pelaksana konstruksi, termasuk pengurusan perizinan lokasi dan penyediaan data geografis serta topografi wilayah yang dibutuhkan untuk proses perencanaan dan pelaksanaan konstruksi.
Program 1.000 Jembatan yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sendiri memiliki tujuan utama untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, terutama di daerah-daerah yang terisolasi atau memiliki akses terbatas akibat kondisi alam maupun kurangnya infrastruktur. Melalui pembangunan jembatan-jembatan strategis ini, pemerintah pusat berharap dapat mempercepat laju pembangunan daerah, mengurangi kesenjangan perkembangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Di Kabupaten Pemalang sendiri, Kecamatan Comal bukan satu-satunya kecamatan yang mendapatkan alokasi pembangunan jembatan dalam program ini, namun menjadi salah satu kecamatan yang mendapatkan prioritas dengan dua titik lokasi pembangunan sekaligus.
Mewakili masyarakat Desa Kandang, seorang tokoh masyarakat yang hadir dalam peninjauan lapangan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI atas perhatian dan upaya yang dilakukan untuk membangun jembatan penghubung di wilayah mereka. “Kami sudah lama mengharapkan adanya jembatan seperti ini. Banyak anak-anak yang kesulitan pergi ke sekolah karena harus menyeberangi sungai, dan banyak petani yang kesulitan membawa hasil panen mereka ke pasar karena jalur yang tidak layak,” ujarnya dengan penuh emosi. Ia berjanji bahwa masyarakat akan memberikan dukungan penuh selama proses pembangunan berlangsung dan akan menjaga kebersihan serta keamanan jembatan setelah selesai dibangun.
Dilansir dari informasi resmi terkait Program 1.000 Jembatan, pembangunan jembatan di Kecamatan Comal direncanakan akan dimulai pada kuartal pertama tahun 2026 dan diharapkan dapat selesai dalam waktu sekitar 6 hingga 8 bulan tergantung pada kondisi cuaca dan kemudahan akses lokasi konstruksi. Seluruh proses konstruksi akan dilakukan oleh personel TNI yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam pembangunan infrastruktur strategis, dengan memastikan bahwa kualitas dan standar keamanan konstruksi sesuai dengan peraturan dan standar nasional yang berlaku.
Setelah selesai dibangun, kedua jembatan ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan konektivitas antara Desa Kandang, Desa Kebojongan, dan Desa Panjunan, tetapi juga akan menjadi jalur penghubung penting antara Kecamatan Comal dengan kecamatan-kecamatan sekitarnya di Kabupaten Pemalang. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal, seperti pengembangan potensi pariwisata alam yang ada di wilayah tersebut, peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan, serta kemudahan dalam distribusi barang dan jasa di seluruh wilayah kecamatan.
Pihak Kecamatan Comal juga menyampaikan bahwa setelah pembangunan jembatan selesai, mereka akan melakukan langkah-langkah berikutnya untuk mengoptimalkan manfaat dari infrastruktur baru ini, antara lain dengan memperbaiki dan memelihara jalan akses yang menghubungkan ke jembatan, melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga keamanan lalu lintas di jembatan, serta mendorong munculnya usaha-usaha mikro yang dapat berkembang di sekitar kawasan jembatan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita berharap bahwa dengan hadirnya dua jembatan strategis ini, Kecamatan Comal akan semakin berkembang dan menjadi contoh bagi pembangunan infrastruktur pedesaan di Kabupaten Pemalang. Program 1.000 Jembatan bukan hanya tentang struktur beton dan baja yang menghubungkan dua titik lokasi, tetapi lebih dari itu – ini adalah jembatan harapan bagi masyarakat untuk meraih kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera,” tutup Sekretaris Kecamatan Comal pada akhir kegiatan peninjauan lapangan.
Sumber: Kecamatan Comal
Penulis: AHW


















