LMP NEWS | JAKARTA – Organisasi Laskar Merah Putih (LMP) resmi memasuki era baru. Rekonsiliasi yang dinantikan akhirnya terwujud dalam suasana penuh kehangatan dan semangat persatuan di Markas Besar (Mabes) LMP, Grogol, Jakarta Barat, Selasa (21/04/2026).
Momentum bersejarah ini menandai berakhirnya dualisme kepemimpinan yang sempat terjadi. Para tokoh utama sepakat untuk menyatukan visi demi membesarkan organisasi serta memperkuat kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Hadir dalam acara tersebut Dewan Pendiri LMP, Sekjen Mabes LMP Abdul Rachman Thaha, serta Togap yang kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara.
Ketua Umum LMP periode 2025–2030, H.M. Arsyad Cannu, menegaskan bahwa kemenangan dalam proses hukum di berbagai lembaga peradilan, mulai dari PTUN, Pengadilan Negeri Jakarta Barat, hingga Mahkamah Agung, adalah bagian dari proses administrasi negara.
Namun, menurutnya, hal yang jauh lebih penting bukanlah kemenangan secara hukum semata, melainkan komitmen bersama untuk membesarkan LMP secara kolektif.
“Yang terpenting bukan kemenangan di pengadilan, melainkan bagaimana kita bersama-sama membesarkan organisasi ini,” ujar Arsyad.
Ia pun mengajak seluruh kader untuk terus menghormati jasa para pemimpin terdahulu, serta menanamkan nilai persatuan, persaudaraan, dan semangat juang demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia juga menekankan pentingnya sinergi yang kuat dengan pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas nasional.
Di sisi lain, Ketua Umum periode 2012–2024, H. Ade Efril Manurung, menyampaikan keputusan besar yang diambil demi keutuhan organisasi. Setelah melalui pertimbangan matang atas dinamika internal, ia memilih untuk mengedepankan persatuan dengan mundur dari jabatan Ketua Umum dan kembali ke posisi sebagai Dewan Pendiri.
Ia mengakui keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah, namun diyakini sebagai langkah terbaik demi masa depan LMP.
“Keputusan ini saya ambil dengan penuh kerendahan hati. Saya memohon maaf atas segala kekurangan selama memimpin, dan berharap seluruh keluarga besar LMP dapat menerimanya dengan lapang dada,” ujar Ade Efril.
Ia pun yakin bahwa organisasi ini akan kembali besar jika seluruh elemen tetap bersatu, sebagaimana fondasi yang pernah dibangun bersama di masa lalu.
Simbol Persatuan Acara ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan bersama sebagai bukti otentik rekonsiliasi dan komitmen untuk memajukan LMP di bawah kepemimpinan Arsyad Cannu.
Peristiwa ini menjadi titik balik penting, membuktikan bahwa persatuan adalah kekuatan utama dalam menghadapi segala tantangan. Dari perbedaan menuju kebersamaan, LMP kini melangkah maju dengan semangat baru demi Indonesia yang lebih kuat. (AHW)
Sumber: Provost Mabes LMP


















