TKI Sakit di Jepang dan Nelayan Meninggal, Pemalang Kirimkan Doa dan Santunan

  • Bagikan
TKI Sakit di Jepang dan Nelayan Meninggal, Pemalang Kirimkan Doa dan Santunan
TKI Sakit di Jepang dan Nelayan Meninggal, Pemalang Kirimkan Doa dan Santunan
banner 468x60

Pemalang – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyerahkan bantuan kepada satu tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Pemalang yang sakit di Jepang dan dua nelayan yang meninggal dunia. Penyerahan dilakukan di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pemalang, Selasa (16/9/2025).

Dalam kesempatan itu, Bupati Anom didampingi Kepala Disnaker Pemalang Umroni, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pemalang Diah Lestari, perwakilan Baznas, serta perwakilan Dinas Sosial Pemalang.“Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat, meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, dan keluarga diberi kesabaran,” ujar Bupati Anom.

Example 300x600

Kepala Disnaker Pemalang, Umroni, menjelaskan bantuan kepada Akmal Fauzi, TKI asal Pemalang di Jepang, akan segera dicairkan. Dari Pemda Pemalang disiapkan Rp148 juta, sedangkan Baznas telah menyalurkan Rp50 juta.

Dana tersebut digunakan untuk biaya pemulangan, termasuk tiket pesawat dan kebutuhan lain.“Untuk biaya pengobatan sudah ditanggung otoritas Jepang melalui donasi kepedulian pekerja yang nilainya sekitar Rp105 juta.

Rencana pemulangan pada 22 September 2025, dan kami terus berkoordinasi dengan KBRI serta Kementerian Perlindungan Migran,” kata Umroni.Selain itu, Pemkab Pemalang juga menyerahkan santunan kematian pekerja rentan yang dibiayai dari APBD. Menurut Umroni, langkah ini merupakan bentuk perhatian dan kebijakan Bupati untuk memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat.

Kakak kandung Akmal Fauzi, Hiban, menyampaikan apresiasinya. “Alhamdulillah, respon pemerintah daerah khususnya Bapak Bupati sangat cepat. Yang tadinya bertele-tele sekarang bisa segera pulang,” ungkapnya.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pemalang, Diah Lestari, menambahkan bahwa santunan kematian juga diberikan kepada dua pekerja rentan asal Pemalang.

“Santunan sebesar Rp70 juta diberikan kepada almarhum Sugianto, seorang nelayan. Sedangkan Rp42 juta diserahkan kepada keluarga almarhumah Wasmiri, pedagang,” jelas Diah.

Dengan adanya bantuan ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat untuk mengikuti program perlindungan sosial semakin meningkat sehingga cakupannya bisa lebih luas.

banner 325x300
Editor: Heri AW
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *