PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang menutup rangkaian program Pasar Murah Tahap V dengan antusiasme luar biasa dari masyarakat. Ribuan warga memadati halaman Pendopo Kabupaten Pemalang untuk mendapatkan paket kebutuhan pokok bersubsidi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Sabtu (14/3/2026).
Pasar murah ini merupakan titik terakhir dari lima lokasi yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam upaya menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, yang ditandai dengan penyerahan kupon dan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan warga.
Bupati Anom menekankan bahwa pasar murah ini sangat krusial bagi masyarakat Desil 1 dan Desil 2 untuk memenuhi kebutuhan pangan menghadapi lebaran dengan harga terjangkau. “Pasar murah semacam ini sangat bermanfaat untuk warga, terutama menjelang Idul Fitri agar beban ekonomi masyarakat sedikit teringan,” ungkapnya di sela-sela peninjauan stan.
Kepala Diskumdag Kabupaten Pemalang, Rosi Kartika Dewi, menjelaskan bahwa pada tahap puncak ini, pihaknya menyediakan sebanyak 2.450 paket sembako yang bersumber dari kolaborasi Diskumdag dan TP PKK Kabupaten Pemalang.
“Paket ini dibagikan untuk warga di empat kelurahan area kota, yakni Mulyoharjo, Kebondalem, Pelutan, dan Sugihwaras. Harapannya, program ini benar-benar membantu masyarakat mencukupi kebutuhan hari raya dan mampu mengerem laju inflasi daerah,” jelas Rosi.
Tingginya antusiasme masyarakat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk pelaksanaan di masa mendatang. Rosi menambahkan, pihaknya berencana menambah jumlah paket dan titik lokasi pada periode berikutnya melihat besarnya manfaat yang dirasakan warga.
Isem, salah satu warga Kelurahan Pelutan, mengaku sangat terbantu meski harus mengantre. “Alhamdulillah sudah dapat sembako pakai kupon. Harapan saya kegiatan seperti ini terus dilakukan dan kalau bisa jumlah paketnya ditambah lagi,” tuturnya.
Pasar murah ini menjadi penutup rangkaian program bantuan pangan bersubsidi Pemkab Pemalang tahun 2026 yang sebelumnya telah berkeliling di berbagai kecamatan dan desa kategori miskin ekstrem.

















