PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang bergerak cepat melakukan percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang yang memutus sejumlah akses jembatan di Kecamatan Pulosari. Fokus utama saat ini adalah pemasangan jembatan darurat agar mobilitas masyarakat kembali normal.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang, Endro Johan Kusuma, meninjau langsung titik-titik kerusakan di Desa Penakir, Nyalembeng, Batursari, dan Gunungsari pada Selasa (3/2/2026). Saat ini, pengerjaan difokuskan pada pemasangan jembatan Bailey di Kali Comal, Dukuh Krajan, Desa Penakir.
“Kami sedang melakukan proses pemasangan jembatan Bailey di Kali Comal. Jika cuaca mendukung, targetnya selesai dalam 10 hari ke depan. Namun, kendala utama di lapangan adalah cuaca yang masih tidak menentu,” ujar Endro di lokasi peninjauan.
Dalam upaya percepatan ini, Pemkab Pemalang tidak bekerja sendiri. Proses teknis di lapangan mendapat dukungan penuh dari:
-
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Yogyakarta: Memberikan dukungan tenaga teknis dan peralatan.
-
TNI: Menyalurkan bantuan jembatan Armco yang mulai didatangkan untuk memperkuat akses di titik lain.
Selain di Kali Comal, Pemkab Pemalang juga telah menyiapkan satu unit jembatan Bailey tambahan untuk dipasang di Jembatan Kali Penakir Sigeblok. Langkah ini diambil karena jembatan tersebut merupakan urat nadi aktivitas ekonomi dan pendidikan warga setempat yang sempat lumpuh total akibat banjir bandang.
Endro berharap seluruh proses pengerjaan berjalan lancar tanpa kendala cuaca yang berarti. “Komitmen kami adalah memastikan infrastruktur ini segera terpasang dengan baik demi kelancaran akses masyarakat terdampak,” tutupnya.


















