Peringatan Keras Polda Jateng Utk Ormas PWI LS dan FPI Paska Bentrok di Pemalang “Jaga Kondusifitas atau Tindakan Tegas Menanti!”

  • Bagikan
banner 468x60

LMP NEWS | Pemalang-Jawa Tengah – Polda Jateng melontarkan peringatan keras kepada seluruh organisasi masyarakat (Ormas) menyusul insiden bentrokan antara Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) dan Front Persaudaraan Islam (FPI) di Desa Pegundan, Pemalang, pada Rabu malam (23/7). Kejadian yang terjadi saat pengajian Safari Dakwah Habib Muhammad Rizieq Shihab ini menyebabkan belasan korban luka, termasuk aparat kepolisian.

Meski situasi di lokasi kejadian kini berangsur kondusif, aparat keamanan tak akan main-main. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, secara tegas meminta semua pihak, khususnya para pimpinan ormas, untuk menjaga kedamaian dan tidak memprovokasi kericuhan lanjutan.

Example 300x600

“Kami mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Pemalang, untuk menjaga kedamaian, menahan diri, dan tidak mudah terprovokasi,” ujar Kombes Pol. Artanto. “Polri hadir untuk menjaga ketertiban, tetapi kedamaian sejati hanya bisa tercapai jika masyarakat ikut berperan aktif.”

Bentrokan Pecah di Tengah Pengamanan Ketat
Bentrokan terjadi sekitar pukul 23.00 hingga 23.30 WIB, berjarak sekitar 50 meter dari panggung utama pengajian. Padahal, pengamanan sudah dilakukan secara maksimal oleh 675 personel gabungan Polri, TNI, dan unsur terkait di bawah pimpinan langsung Kapolres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo.

Sebelumnya, Polres Pemalang bersama Pemkab Pemalang dan Kodim 0711 bahkan telah mengadakan rapat koordinasi cipta kondisi pada 16 Juli 2025. Rapat tersebut menghasilkan Surat Pernyataan Bersama yang berisi komitmen dari semua pihak, termasuk perwakilan FPI dan PWI LS, untuk menjaga keamanan, tidak mengerahkan massa dalam jumlah besar, menghindari ceramah provokatif, serta menjaga kerukunan.

Namun, komitmen itu seolah tak digubris. Akibat bentrokan ini, 4 anggota Polri mengalami luka, 2 di antaranya dirujuk ke RS Siaga Medika. Sembilan korban dari PWI LS dirawat di RS Siaga Medika dan RS Islam Pemalang, sementara 2 anggota FPI mengalami luka di kepala. Bupati Pemalang berjanji akan menanggung biaya pengobatan para korban.

Peringatan Kapolres: Kendalikan Anggota atau Hadapi Konsekuensi
AKBP Eko Sunaryo menegaskan bahwa penyelidikan terhadap pihak-pihak yang melakukan provokasi atau tindakan kekerasan sedang berlangsung. Ia juga secara khusus mengimbau para pimpinan kedua kelompok ormas, PWI LS dan FPI, untuk segera mengendalikan anggotanya.

“Kami minta agar para pimpinan kelompok baik PWI LS serta FPI, memberikan instruksi yang menenangkan kepada anggotanya. Jangan ada lagi bentrokan, jangan sampai ada korban susulan. Mari bersama-sama jaga keamanan wilayah,” tegas AKBP Eko Sunaryo.

Polda Jateng dan Polres Pemalang memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang berupaya merusak kondusifitas dan memicu konflik. Kehadiran aparat kepolisian di lokasi akan tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan dan memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat Pemalang.

banner 325x300
Penulis: TeamEditor: Redaksi LMP News
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *