LMP News | Pemalang – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang mengadakan Rapat Koordinasi Pembentukan Kampung Siaga Bencana ( KSB) yang diselenggarakan di aula Kecamatan Ulujami dihadiri dari Kementerian Sosial,Dinas Sosial Provinsi,Dinas Sosial Kabupaten Pemalang,Camat Ulujami,Tagana dan Warga dari Kecamatan Ulujami. Rabu ( 6/8/25).
Kegiatan diawali dengan pembukaan dari Camat Ulujami Mukhibin, dalam sambutannya Ia mengungkapkan bahwa Kecamatan Ulujami yang terdiri dari 18 Desa, dan ada 11 Desa dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi terutama bencana Rob.
Pembentukan Kampung Siaga Bencana ( KSB) ini adalah salah satu bentuk kolaborasi dalam rangka mengantisipasi dan kesiapan warga untuk siap siaga terhadap resiko bencana, kesiapsiagaan warga menjadi faktor utama untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.”ujar Camat.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini Camat Mukhibin berharap melalui kegiatan ini akan mendukung terwujudnya komunitas yang siapsiaga dan mampu bertindak cepat ketika bencana rob terjadi khususnya di daerah yang terkena bencana.”harapnya.
lebih lanjut disampaikan oleh Kepala Bidang Dayalinjamsos Kabupaten Pemalang, Yustina Meiningtiyas.,M.KM.,M.Kes., bahwa rapat koordinasi ini lebih memberikan arahan strategis terkait pentingnya peran masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana.
Ia menekankan bahwa KSB harus mampu menjadi garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat sekaligus menjadi penghubung masyarakat dan Pemerintah.”ucapnya.
Ia berharap dengan terbentuknya KSB ini masyarakat Kecamatan Ulujami khususnya di 11 desa yang terkena bencana rob dapat lebih siap dalam menghadapi bencana rob,sehingga mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan,dan ini adalah langkah awal dalam menciptakan masyarakat yang tangguh dan sadar akan pentingnya mitigasi bencana.”ujarnya.
Senada disampaikan oleh Penyuluh Sosial Ahli Madya Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos,Kus Budiharto., bahwa proses pembentukan KSB harus bisa mengidentifikasi daerah rawan bencana dalam pemetaan daerah yang rentan terhadap bencana tertentu, persiapan dan sosialisasi untuk memberikan pelatihan pemahaman kepada masyarakat tentang mitigasi bencana termasuk teori dan simulasi.”pungkasnya.
Lebih lanjut di jelaskan untuk penyediaan fasilitas seperti membangun lumbung sosial dan gardu sosial sebagai pusat kegiatan dan logistik penanggulangan bencana. “Tutupnya.
(Yn26)


















