LMP NEWS | PEMALANG – Masalah sampah seringkali dianggap sebagai beban berat yang tidak kunjung usai. Namun, Desa Randudongkal, Kecamatan Randudongkal, berhasil mematahkan stigma tersebut. Melalui visi besar dan kerja keras kolektif, desa ini sukses membuktikan bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah masalah, melainkan awal dari sebuah prestasi.
Keberhasilan luar biasa ini membuahkan hasil manis. Desa Randudongkal resmi dianugerahi penghargaan sebagai Desa dengan Pengelolaan Sampah Terbaik di seluruh Kabupaten Pemalang.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, kepada Kepala Desa Randudongkal, Troy Suharto.
Transformasi Menuju Kemandirian
Predikat sebagai “Desa Mandiri Sampah” bukan didapatkan secara instan. Ini adalah hasil dari pergeseran paradigma dalam memandang limbah domestik. Jika sebelumnya sampah hanya dipandang sebagai kotoran yang harus dibuang sejauh mungkin, kini masyarakat Randudongkal mulai melihatnya sebagai tanggung jawab yang harus diselesaikan di tingkat lokal.
Kepala Desa Troy Suharto mengungkapkan bahwa kunci dari kemandirian ini adalah keberanian untuk berinovasi. Desa Randudongkal tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kebijakan luar daerah atau sekadar memindahkan sampah ke TPA kabupaten. Mereka menciptakan ekosistem sendiri di mana sampah dipilah, diolah, dan dikurangi volumenya sejak dari lingkungan rumah tangga.
KSM Dongkal Resik: Pahlawan di Balik Layar
Dalam setiap kisah sukses, selalu ada motor penggerak yang tangguh. Bagi Desa Randudongkal, sosok itu adalah KSM Dongkal Resik. Kelompok swadaya masyarakat ini menjadi ujung tombak yang memastikan roda pengelolaan sampah terus berputar setiap harinya.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan di KSM Dongkal Resik. Mereka adalah mitra strategis yang luar biasa. Tanpa dedikasi mereka di lapangan, visi Desa Mandiri Sampah ini tidak akan pernah terwujud,” puji Troy Suharto. Sinergi antara Pemerintah Desa dan KSM inilah yang menjadi fondasi kokoh bagi keberhasilan Randudongkal.
Tiga Pilar Keberhasilan Randudongkal
Pengolahan Terpadu: Sampah tidak sekadar dikumpulkan, tetapi diolah agar memiliki nilai ekonomi atau berkurang dampak lingkungannya.
Partisipasi Aktif: Warga bukan sekadar penonton; mereka terlibat aktif dalam memilah sampah dari sumbernya.
Solusi Mandiri: Menyelesaikan tantangan sampah di level desa tanpa harus membebani sistem di tingkat kabupaten.
Penghargaan dari Bupati Anom Widiyantoro bukan hanya sekadar seremoni. Ini adalah pesan kuat bagi seluruh desa di Kabupaten Pemalang bahwa kemandirian sampah adalah hal yang mungkin dilakukan.
Desa Randudongkal kini berdiri sebagai mercusuar inspirasi. Mereka membuktikan bahwa dengan kepemimpinan yang progresif dan dukungan komunitas yang solid, tantangan seberat apa pun dapat diubah menjadi prestasi yang mengharumkan nama daerah. Randudongkal tidak hanya menjadi lebih bersih tetapi juga menjadi lebih hebat.
Sumber: Team CMI NEWS


















