Bupati Anom Widiyantoro: Stok Pangan Pemalang Aman Jelang Lebaran 1447 H

  • Bagikan
Potret Bupati Pemalang Anom Widiyantoro saat memberikan keterangan pers mengenai ketersediaan pangan di Sasana Bakti Praja.
Potret Bupati Pemalang Anom Widiyantoro saat memberikan keterangan pers mengenai ketersediaan pangan di Sasana Bakti Praja.
banner 468x60

PEMALANG — Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, memberikan sinyal positif bagi masyarakat terkait ketersediaan kebutuhan pokok di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa stok pangan di Kabupaten Pemalang dipastikan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga hingga Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M mendatang.

Kepastian tersebut disampaikan usai memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Gedung Sasana Bakti Praja, Senin (16/3/2026). Dalam pertemuan strategis tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Nurkholes serta unsur Forkopimda guna membedah data ketersediaan barang di pasar.

Example 300x600

“Masyarakat tidak perlu panik. Berdasarkan laporan dari dinas terkait dan Bulog, stok pangan kita dalam kondisi aman. Fokus kita sekarang adalah menjaga agar distribusi tetap lancar sehingga harga tetap terjangkau,” tegas Anom Widiyantoro.

Meski stok dipastikan tersedia, Bupati mengakui adanya tantangan inflasi di awal tahun 2026 yang sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipicu oleh dinamika ekonomi nasional dan situasi geopolitik global. Namun, ia menjamin pemerintah daerah hadir untuk melakukan intervensi jika terjadi gejolak harga yang tidak wajar.

“Pengamanan sembako ini krusial. Bukan hanya soal barangnya ada, tapi harganya juga harus masuk akal bagi kantong masyarakat. Kami sudah instruksikan Satgas Pangan untuk terus memantau pergerakan harga di pasar-pasar tradisional,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, instansi pendukung seperti Pertamina dan Bulog Tegal turut memberikan jaminan operasional. Cadangan beras, minyak goreng, hingga pasokan BBM dan Elpiji 3 kilogram dipastikan telah ditambah kuotanya untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama bulan Ramadan dan puncak Lebaran nanti.

Sementara itu, dari sisi pengawasan, Kejaksaan Negeri dan Polres Pemalang menyatakan kesiapannya untuk menindak tegas praktik penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat.

“Sinergi ini menjadi jaminan bagi warga Pemalang bahwa pemerintah bekerja serius. Kami ingin masyarakat bisa beribadah dan merayakan Lebaran dengan tenang tanpa merasa terbebani oleh kelangkaan bahan pokok,” pungkas Anom.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *