Hujan Lebat Picu Longsor, Jalan Penghubung di Pemalang Putus

  • Bagikan
Hujan Lebat Picu Longsor, Jalan Penghubung di Pemalang Putus
banner 468x60

Pemalang – Curah hujan ekstrem yang melanda Kabupaten Pemalang belakangan ini telah menimbulkan dampak serius, salah satunya adalah putusnya akses jalan di Desa Wisnu. Jalan vital ini, yang menjadi penghubung utama menuju Desa Majakerta, mengalami retakan dan patahan parah akibat pergerakan tanah yang dipicu oleh intensitas hujan.

Menanggapi bencana ini, Bupati Pemalang Mansur Hidayat, didampingi Dandim 0711/Pemalang, Kapolres, dan Kepala Kejaksaan Negeri, langsung meninjau lokasi kejadian pada Selasa (21/1/2025). “Nanti kita evaluasi dengan konstruksi yang berbeda, menggunakan tiang pancang dan plat beton,” ujar Mansur, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membangun kembali jalan dengan fondasi yang lebih kuat. Ia menambahkan, “Kita akan membeton, karena kalau diaspal pasti akan pecah.”

Example 300x600

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang, Andri Adi, menjelaskan bahwa bencana longsor ini, khususnya di ruas jalan Desa Wisnu menuju Watukumpul, disebabkan oleh curah hujan lebat dan kontur tanah yang labil. “Akibat hujan yang lebat mengakibatkan pergeseran tanah, sehingga jalan yang ada di atasnya juga rusak, membuat jalur mobil lumpuh,” kata Andri. Kerusakan jalan ini diketahui terjadi sekitar pukul 21:30 pada Senin malam (20/1/2025), setelah hujan deras mengguyur dari sore hingga malam hari.

Jalur Alternatif dan Rencana Pembangunan Darurat

Andri Adi juga mengimbau masyarakat yang hendak bepergian ke Watukumpul untuk menggunakan jalur alternatif melalui Randudongkal-Belik-Watukumpul. Untuk memfasilitasi kebutuhan ekonomi warga dan mobilitas anak sekolah, BPBD akan mengupayakan pembuatan jalur darurat khusus untuk sepeda motor dan sepeda.

Sementara itu, pembangunan kembali jalur utama untuk mobil akan dipertimbangkan setelah kondisi tanah dinyatakan stabil. Andri menyebutkan opsi pembangunan akan menggunakan tiang pancang atau beton memanjang. Terkait anggaran, ia menambahkan bahwa dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dapat dipercepat penggunaannya jika memungkinkan untuk kebutuhan kedaruratan.

banner 325x300
Editor: Heri AW
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *