PEMALANG — Aparat kepolisian terus mendalami dugaan kasus perundungan (bullying) yang menyebabkan seorang siswa berinisial MH (Mhaq) meninggal dunia di Kelurahan Kebondalem, Pemalang. Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, tim ahli forensik bersama pihak berwenang menggelar tindakan autopsi terhadap jenazah.
Kasus ini menyita perhatian publik hingga jajaran pejabat Pemkab Pemalang turun langsung. Plt. Bupati Pemalang Nurkholes menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan awal dari sekolah mengenai adanya perkelahian yang diwarnai pemukulan.
Di sisi lain, dari pemeriksaan awal medis sebelum korban wafat, terungkap adanya benturan keras akibat pukulan dan tendangan sepatu di bagian perut korban. Akibat aksi kekerasan tersebut, korban sempat berjuang selama sembilan hari di rumah sakit dengan keluhan sakit di seluruh badan, muntah, hingga buang air besar berdarah.
Pemerintah daerah berharap kepolisian dapat menuntaskan proses hukum ini secara transparan, sementara pihak keluarga kini menunggu hasil resmi dari tindakan autopsi.

















