Wamensos Agus Jabo di Pemalang: Tagana Harus Jadi Ujung Tombak Penanganan Bencana

  • Bagikan
banner 468x60

PEMALANG, – Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia (Wamensos RI), Agus Jabo Priyono, menegaskan bahwa Taruna Siaga Bencana (Tagana) beserta seluruh relawan kemanusiaan wajib memosisikan diri sebagai garda terdepan sekaligus ujung tombak dalam setiap upaya penanggulangan bencana di daerah.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Wamensos saat menghadiri Apel Pengukuhan Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB) resmi Kabupaten Pemalang. Agenda besar yang dirangkai dengan Simulasi Uji Standar Operasional Prosedur (SOP) ini berlangsung khidmat di halaman Pendopo Kabupaten Pemalang, Senin (18/05/2026).

Example 300x600

“Saya memberikan penghormatan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tagana dan seluruh relawan yang mendedikasikan diri untuk kemanusiaan. Kita tahu, wilayah Kabupaten Pemalang ini memiliki karakteristik geografis yang rawan bencana. Oleh karena itu, kita semua dituntut untuk selalu peduli, tanggap, dan bergerak cepat,” ujar Agus Jabo di hadapan ratusan relawan.

Wamensos menambahkan, peran Tagana tidak boleh kendur dalam situasi apa pun. Keberadaan relawan harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat, baik pada fase mitigasi pra-bencana, tanggap darurat saat bencana melanda, hingga masa pemulihan (pasca-bencana).

“Teruskan perjuangan saudara untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat. Buat masyarakat kita selalu merasa aman dan bisa tersenyum kembali meski di tengah situasi sulit. Selamat bekerja dan selamat berjuang,” imbuhnya menyemangati.

Pengukuhan KSB Desa Penakir ini dipimpin langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Momentum ini turut disaksikan oleh jajaran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Aris Ismail.

Usai prosesi seremoni pengukuhan, para relawan KSB Desa Penakir langsung unjuk gigi dalam simulasi tanggap darurat berskala besar. Mengingat letak geografis Desa Penakir yang berada di lereng kawasan vulkanik aktif, simulasi kali ini mengusung skenario “Gunung Meletus”.

Dalam peragaan taktis tersebut, ratusan relawan dengan sigap mendemonstrasikan rantai komando penanganan pengungsi. Mulai dari aktivasi sistem peringatan dini, prosedur evakuasi kelompok rentan (lansia, anak-anak, dan ibu hamil), manajemen dapur umum, hingga penanganan medis darurat di lapangan.

Setelah simulasi usai, Wamensos Agus Jabo Priyono bersama Bupati Anom Widiyantoro dan rombongan langsung bergerak meninjau klaster tenda darurat. Peninjauan ini ditujukan untuk memastikan kesiapan stok logistik, kelayakan fasilitas sanitasi, serta validitas akurasi SOP pendistribusian bantuan dalam kondisi darurat yang sebenarnya.

Di samping itu, acara juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial (bansos) secara simbolis dari Kementerian Sosial yang dialokasikan bagi lumbung sosial Kampung Siaga Desa Penakir, serta santunan bagi sejumlah warga Pemalang yang beberapa waktu lalu menjadi korban terdampak musibah pohon tumbang.

Melalui pengukuhan KSB Penakir ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang berharap kapasitas local wisdom dan ketangguhan mandiri masyarakat di tingkat akar rumput dalam menghadapi ancaman bencana alam dapat meningkat secara signifikan.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *