Dorong Ekonomi Terintegrasi, Pemkab Pemalang Perkuat Potensi Lokal dalam Musrenbang RKPD 2027

  • Bagikan
Asisten Sekda Pemalang Tutuko Raharjo membuka Musrenbang RKPD 2027 di Pendopo Kabupaten Pemalang untuk bahas integrasi ekonomi lokal.
Asisten Sekda Pemalang Tutuko Raharjo membuka Musrenbang RKPD 2027 di Pendopo Kabupaten Pemalang untuk bahas integrasi ekonomi lokal.
banner 468x60

PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 dengan fokus utama penguatan potensi lokal dan ekonomi terintegrasi. Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Tutuko Raharjo, di Pendopo Kabupaten Pemalang, Senin (30/3/2026).

Dalam sambutannya, Tutuko Raharjo menegaskan bahwa pembangunan tahun 2027 mengusung tema pengembangan ekonomi melalui pariwisata yang terintegrasi dengan sektor industri, pertanian, perikanan, serta UMKM. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kini diukur dari ketepatan prioritas yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Example 300x600

“Pariwisata harus menjadi penggerak ekonomi wilayah, pertanian sebagai basis industri pangan modern, perikanan sebagai kekuatan ekonomi pesisir, dan UMKM sebagai fondasi ekonomi rakyat yang tangguh,” ujar Tutuko di hadapan para pemangku kepentingan.

Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan rantai nilai ekonomi yang lebih besar. Sektor pertanian dan perikanan didorong untuk naik kelas ke tahap industrialisasi dan pemasaran modern, sementara UMKM dipacu untuk bertransformasi dari pasar lokal menuju pasar digital yang lebih produktif.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Pemalang, Moh. Sidik, melaporkan bahwa Musrenbang ini merupakan forum strategis untuk memastikan perencanaan disusun secara partisipatif dan selaras dengan prioritas nasional serta Provinsi Jawa Tengah. Pelaksanaan ini berpedoman pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 guna menjamin akuntabilitas perencanaan.

“Tujuannya adalah melakukan penajaman dan penyelarasan rancangan RKPD, termasuk mengintegrasikan hasil rembug stunting tahun 2026 agar pembangunan semakin tepat sasaran,” jelas Moh. Sidik.

Acara ini juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Perencana Ahli Madya Bappeda Provinsi Jawa Tengah Titut Amalia, Asisten Administrasi Bagus Sutopo yang memaparkan kebijakan daerah serta isu stunting, hingga Kepala BPS Pemalang Teguh Iman Santoso terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Melalui Musrenbang ini, Pemkab Pemalang optimis dapat menciptakan lompatan pembangunan yang adaptif terhadap dinamika ekonomi global dengan tetap mengandalkan kekuatan sektor riil daerah.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *