PEMALANG – Bulog Wilayah Kerja Tegal mulai mendistribusikan bantuan pangan nasional periode Februari dan Maret 2026 untuk wilayah Kabupaten Pemalang, Sabtu (14/3/2026). Penyaluran bantuan berupa beras dan minyak goreng ini ditargetkan mampu menjaga stabilitas harga pangan serta membantu kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, kepada sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di halaman Pendopo Kabupaten Pemalang. Program ini merupakan bagian dari kebijakan Ketahanan Pangan Nasional yang menjangkau 14 kecamatan di seluruh Kabupaten Pemalang.
Kenaikan Jumlah Penerima Manfaat
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanparik) Kabupaten Pemalang, Era Srinaeni, mengungkapkan adanya kenaikan jumlah penerima bantuan pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Data menunjukkan tren peningkatan kesejahteraan yang dipantau melalui pemutakhiran basis data penerima.
“Penerima bantuan tahun ini bertambah kurang lebih 100 jiwa dibanding tahun 2025 lalu. Total penerima tahun ini menjadi kurang lebih 235.425 jiwa,” jelas Era usai mendampingi Bupati dalam kegiatan distribusi tersebut.
Menurut Era, distribusi bantuan ini memiliki dua fungsi strategis. Pertama, untuk memastikan masyarakat terbantu dalam memenuhi kebutuhan gizi selama Ramadan. Kedua, sebagai instrumen pemerintah untuk menekan laju inflasi daerah yang kerap meningkat menjelang hari raya.
Manfaat Langsung bagi Masyarakat
Dalam penyaluran simbolis tersebut, para penerima manfaat menerima paket pangan berupa 20 kg beras (dua karung) dan 4 liter minyak goreng. Salah seorang penerima asal Desa Lawangrejo, Siti Alfiat, menyatakan rasa syukurnya atas bantuan yang turun tepat di awal Ramadan.
“Saya merasa senang karena bantuan ini sangat bermanfaat untuk keluarga, terutama pada bulan Ramadan ini untuk mencukupi kebutuhan bahan makanan pokok. Harapannya program ini bisa berkelanjutan karena sangat membantu,” tutur Siti.
Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama Bulog berkomitmen untuk memastikan proses distribusi di 14 kecamatan berjalan lancar, tepat sasaran, dan tepat kualitas agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

















