PEMALANG – Akses utama yang menghubungkan Bantarbolang dan Pemalang kini telah kembali normal setelah sempat lumpuh akibat terjangan angin puting beliung, Rabu (4/4/2026) sore. Berkat gerak cepat tim gabungan, material pohon tumbang di dua titik krusial berhasil dievakuasi dalam waktu singkat.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, turun langsung ke lapangan untuk memantau proses pembersihan jalan. Ia didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Pemalang, Agus Ikmaludin, guna memastikan keamanan para pengguna jalan yang sempat terjebak antrean kendaraan.
Bupati Anom mengonfirmasi bahwa penanganan dampak cuaca ekstrem tersebut dilakukan secara intensif sejak sore hari. Pada pukul 20.05 WIB, petugas berhasil membuka akses jalan sehingga kendaraan dari kedua arah dapat kembali melintas.
“Malam hari ini dampak dari angin puting beliung yang menimpa ruas jalan Bantarbolang–Pemalang sudah bisa kita tangani. Tadi ada dua titik yang berhasil kita atasi, dan pukul 20.05 WIB arus lalu lintas sudah bisa berjalan dua arah. Alhamdulillah, sekarang sudah lancar,” ujar Bupati Anom di lokasi kejadian.
Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari personel BPBD, relawan PMI, unsur kepolisian, hingga warga sekitar yang secara sukarela membantu petugas di lapangan.
Meski arus lalu lintas telah pulih, Pemerintah Kabupaten Pemalang tetap menginstruksikan tim kebersihan untuk menuntaskan sisa-sisa material pada Kamis pagi. Selain itu, koordinasi dengan pihak Perhutani dan PLN terus dilakukan untuk menangani pohon-pohon yang berisiko serta memperbaiki jaringan listrik yang padam.
“Kami akan berkoordinasi dengan Perhutani dan PLN agar penanganan lanjutan, termasuk pengaktifan kembali arus listrik, dapat segera dilakukan demi memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambah Bupati.
Pantauan Wilayah Perkotaan
Tak hanya di jalur Bantarbolang, Bupati Anom juga melanjutkan peninjauan ke wilayah perkotaan Pemalang. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Pasar Pagi Pemalang, di mana sebuah pohon beringin besar di dekat pos satpam turut tumbang akibat kencangnya embusan angin.
Bupati memastikan bahwa seluruh personel TRC (Tim Reaksi Cepat) tetap bersiaga di titik-titik rawan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan guna menjamin keselamatan warga Kabupaten Pemalang.

















