Waspada Banjir Susulan, Bupati Pemalang dan Forkopimda Turun Langsung ke Ulujami

  • Bagikan
Waspada Banjir Susulan, Bupati Pemalang dan Forkopimda Turun Langsung ke Ulujami
Waspada Banjir Susulan, Bupati Pemalang dan Forkopimda Turun Langsung ke Ulujami
banner 468x60

PEMALANG – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan tinjauan langsung ke sejumlah desa yang terendam banjir di wilayah Kecamatan Ulujami pada Sabtu (17/1/2026). Langkah ini diambil guna memastikan penanganan darurat dan suplai logistik bagi warga terdampak berjalan optimal.

Banjir yang dipicu oleh tingginya curah hujan serta meluapnya Sungai Comal ini merendam setidaknya lima desa, yakni Desa Pesantren, Kendalrejo, Mojo, Klegen, dan Kebojongan. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinsos Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, Pj Sekda, serta Ketua TP PKK dr. Noor Faizah Maenofie.

Example 300x600

Selain memantau ketinggian air di pemukiman, rombongan juga meninjau kesiapan dapur umum yang didirikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Balai Desa Kendalrejo, Kecamatan Petarukan.

Dapur umum ini diproyeksikan menjadi pusat distribusi makanan siap saji bagi warga terdampak di Kecamatan Ulujami, khususnya Desa Pesantren. Pada kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis untuk kebutuhan dapur umum.

“Tadi kita ke dapur umum Kendalrejo untuk membantu warga terdampak banjir di Desa Pesantren. Alhamdulillah hari ini masyarakat sudah mulai bergerak melakukan aktivitas,” ujar Anom Widiyantoro di sela-sela kegiatannya.

Di sela peninjauan, Bupati menekankan pentingnya gotong royong atau sikap guyub antarwarga dalam menghadapi bencana, terutama untuk membantu wilayah terdampak parah seperti Desa Mojo dan Limbangan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sebagai langkah preventif jangka panjang.

  • Drainase: Menjaga saluran air agar tidak tersumbat sampah.

  • Kesadaran Bencana: Tetap waspada terhadap curah hujan tinggi, terutama kiriman air dari wilayah selatan.

  • Kebersihan: Membudayakan pola hidup bersih untuk meminimalisir risiko banjir di masa depan.

“Masyarakat harus sadar kebersihan, menjaga drainase agar tidak tersumbat. Masyarakat harus sadar lingkungan dan sadar bencana,” tegasnya menutup kunjungan.

banner 325x300
Penulis: Heri AWEditor: Redaksi
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *