4,5 Abad Pemalang: Jejak Sejarah dan Harapan untuk Kemajuan

  • Bagikan
4,5 Abad Pemalang: Jejak Sejarah dan Harapan untuk Kemajuan
banner 468x60

PEMALANG – Kabupaten Pemalang siap merayakan ulang tahunnya yang ke-450 di tahun 2025. Usia yang mengesankan ini menjadikan Pemalang salah satu kabupaten tertua di wilayah Pantura Barat Jawa Tengah, bahkan lebih tua dari tetangganya seperti Pekalongan, Tegal, Brebes, dan Batang. Peringatan hari jadi ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen refleksi atas jejak sejarah panjang dan penegasan harapan untuk kemajuan di masa depan.

Perayaan 4,5 abad Pemalang akan dimulai pada 21 Januari 2025 dengan serangkaian kegiatan yang kental akan nuansa budaya dan religi. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pemalang, Bagus Sutopo, menjelaskan bahwa rangkaian acara akan diawali dengan ziarah makam leluhur di enam lokasi bersejarah. Ini termasuk makam-makam penting seperti Makam Soeronatan, Makam Pagaran, Makam Raden Mengoneng, Makam Gusti Sepuh (Sigeseng), Makam Syech Maulana Maghribi (Ulujami), dan Syech Hadiana Natasangin (Watukumpul). Ziarah ini menjadi pengingat akan akar sejarah dan para pendahulu yang telah membentuk Pemalang.

Example 300x600

Pada 22 Januari 2025, akan diadakan khaul di Makam Pangeran Benowo di Penggarit, sebuah bentuk penghormatan dan doa bagi tokoh bersejarah. Kemudian, 23 Januari 2025 akan diisi dengan Semaan Al-Quran di Gedung Sasana Bhakti Praja, dilanjutkan pada malam harinya dengan Wungon serentak di pendopo kabupaten, kecamatan, desa, RT, dan RW. Momen Wungon ini diharapkan menjadi sarana kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk memanjatkan doa dan harapan bagi Pemalang. Puncak acara seremonial akan digelar pada 24 Januari 2025 dengan Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Pemalang, sementara penutup rangkaian akan dilaksanakan pada 23 Februari 2025 dengan khaul akbar di Pendopo Pemalang.

Regent Pemalang, Mansur Hidayat, menekankan pentingnya usia Pemalang yang begitu tua. “Artinya kita harus menjadi panutan dari kabupaten yang lain dan harapannya nanti guyub rukun untuk Pemalang luwih apik,” pesannya. Ungkapan “guyub rukun untuk Pemalang luwih apik” atau “bersatu padu untuk Pemalang yang lebih baik” menjadi semangat utama yang diusung dalam peringatan kali ini. Mansur mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk bersatu dan bergotong royong bersama masyarakat. Ia menegaskan, “Karena pemerintah tanpa bantuan dan dukungan dari masyarakat akan susah untuk membangun dan menata.”

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda, Tutuko Raharjo, turut menambahkan bahwa hari jadi ini adalah milik seluruh warga Pemalang. Ini bukan hanya perayaan pemerintah, melainkan pesta rakyat yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dinas, camat, lurah, dan tentunya, masyarakat Kabupaten Pemalang. Semangat kebersamaan dan kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan visi Pemalang yang lebih baik.

Dengan usia 4,5 abad, Pemalang telah menyaksikan berbagai peristiwa, tantangan, dan perkembangan. Perayaan ini menjadi momentum untuk menengok kembali sejarah, mensyukuri pencapaian, serta merajut harapan dan komitmen untuk masa depan yang lebih cerah. Melalui serangkaian kegiatan yang sarat makna, diharapkan semangat persatuan dan gotong royong terus tumbuh di hati setiap warga, membawa Pemalang menuju kemajuan yang berkelanjutan, sejalan dengan cita-cita “Pemalang luwih apik.”

banner 325x300
Editor: Redaksi
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *